BAB III

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

 

  1. Kondisi Awal

Penelitian tindakan kelas  ini terdiri atas dua siklus (putaran), setiap siklus terdiri dari tiga kali pertemuan. Pada setiap akhir siklus diberikan tes untuk mengetahui kemampuan siswa dalam memahami materi pelajaran yang telah disampaikan oleh guru, kemudian dianalisis untuk mengetahui sejauh mana peningkatan prestasi belajar IPA pada pokok bahasan energi listrik siswa per siklus, apabila permasalahan belum terselesaikan maka permasalahan tersebut akan diselesaikan ke siklus berikutnya. Analisis data dilakukan untuk memperoleh prestasi atau hasil belajar IPA pada pokok bahasan energi listrik setiap siklus dan untuk mengetahui kemampuan guru dan siswa dalam proses dengan pendekatan kontekstual. Nilai akhir hasil belajar IPA pada pokok bahasan energi listrik (nilai kelas) diperoleh dari rata-rata nilai tugas rumah dan prestasi  belajar atau hasil tes setiap akhir siklus.

 

  1. langkah Pemecahan Masalah

Dalam penelitian ini, guru pengajar sebagai peneliti melaksanakan skenario pembelajaran, sedangkan observer (yang melakukan pengamatan) dilakukan oleh seorang teman sejawat. Adapun langkah-langkah yang akan dilakukan antara lain :

  • Menjelaskan kepada siswa mengenai model pembelajaran yang akan digunakan
  • Menyampaikan materi
  • Mengorientasikan siswa pada masalah
  • Mengorganisasikan siswa untuk belajar
  • Membimbing siswa melakukan penyelidikan secara kelompok Mengembangkan dan menyajikan hasil karya
  • Menganalisis dan mengevaluasi hasil belajar siswa

 

  1. Hasil Dan Pembahasan

 

Siklus I

Pada siklus pertama ini, hasil observasi menunjukkan yaitu pada   Aktivitas guru dinilai cukup baik, karena guru melalui model pembelajaran kontekstual mampu membimbing siswa dalam mengajar dengan menghubungkan pada kenyataan maupun masalah-masalah yang terjadi di dalam kehidupan sehari-hari siswa yang berhubungan dengan materi yang sedang diajarkan,  Selain itu guru telah banyak memberikan contoh-contoh soal dari kehidupan sehari-hari.

Pada pendekatan ini siswa diajak untuk berfikir kritis, memahami soal dan menjawab pertanyaan dengan benar. Aktifitas siswa pada pertemuan pertama masih kurang, karena masih ada siswa yang pasif dan tidak memperhatikan penjelasan guru, suasana kelas ribut dan juga sebagian siswa yang belum mengerti tidak berani bertanya. Sehingga berakibat beberapa siswa mengalami kesulitan dalam mengerjakan soal-soal yang diberikan. Permasalahan ini menimbulkan hasil belajar siswa yang tidak memuaskan. Siswa juga masih dalam masa penyesuaian penerapan pembelajaran dengan pendekatan kontekstual, sehingga guru belum bisa maksimal dalam membimbing siswa.

Menindaklanjuti permasalahan yang terjadi pada siklus I, maka peneliti bersama observer menentukan beberapa tindakan perbaikan yang akan dilaksanakan pada siklus II, antara lain :

  1. Guru memberikan penjelasan ulang mengenai model pembelajaran dengan pendekatan kontekstual, agar siswa terbiasa menggunakan model pembelajaran ini, terutama dalam langkah penyelesaian
  2. Guru memotivasi dan membimbing siswa agar selalu menerapkan materi pembelajaran yang telah dipelajari disekolah dalam kehidupan sehari-hari kapan pun dan di mana pun.
  3. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk selalu bertanya jika mengalami kesulitan dan menegur siswa yang ribut ketika pembelajaran berlangsung
  4. Guru membuat alokasi waktu dari setiap langkah yang dilakukan dalam pembelajaran kontekstual

 

 

Siklus II

Hasil observasi pada siklus II setelah guru melakukan tindakan perbaikan menunjukkan bahwa kegiatan pembelajaran sudah lebih baik daripada siklus I. Pembinaan guru terhadap siswa dinilai baik karena guru memotivasi siswa dan membimbing siswa atau kelompok yang mengalami kesulitan. Pengelolaan kelas sudah baik karena siswa sudah bisa tertib melaksanakan proses pembelajaran. Aktivitas siswa dalam pembelajaran dinilai baik karena partisipasi, dan perhatian siswa sudah mulai tampak. Siswa sudah mulai aktif dalam kegiatan belajar mengajar, diskusi kelas dan sudah berani bertanya jika ada materi yang tidak di mengerti. Penerapan pembelajaran dengan pendekatan kontekstual juga dinilai baik karena siswa sudah dapat melaksanakan langkah-langkah dalam pembelajaran yang harus dilakukan. Sehingga tidak ada lagi siswa yang mengalami kesulitan dalam memahami pelajaran, hal ini terlihat dari antusias siswa dalam menjawab pertanyan dari guru maupun pada saat diskusi, siswa jadi lebih mudah memahami materi yang diajarkan dan juga siswa jadi termotivasi untuk selalu mengaplikasikan materi yang dipelajarinya dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini dapat meningkatkan kreatifitas dan aktifitas siswa dalam kehidupan sehari-hari. Hasil belajar pada siklus II mengalami peningkatan dari berkriteria cukup menjadi berkriteria baik. Nilai rata-rata hasil belajar siswa pada siklus kedua mengalami peningkatan dari siklus I, yaitu dari 64,20  menjadi 75,28.

Pada siklus ini pencapaian hasil belajar diperoleh dengan hasil yang memuaskan, sehingga peneliti dan observer sepakat untuk menghentikan penelitian tindakan kelas ini pada siklus kedua.

Adapun kendala-kendala yang terjadi dalam pelaksanaan penerapan proses pembelajaran melalui pendekatan kontekstual ini pada siklus I dan siklus II yaitu :

  1. Beberapa siswa masih ada yang kesulitan dalam memahami materi pembelajaran karena siswa tersebut tidak memiliki buku pelajaran
  2. Masih ada siswa yang ragu-ragu dalam bertanya karena siswa tersebut kesulitan dalam menerapkan proses pembelajaran dalam kehidupan sehari-hari yang berakibat siswa tersebut kesulitan dalam memahami materi yang disampaikan oleh guru

Tabel 1 . Nilai Tugas, Nilai Tes Hasil Belajar, dan Nilai Akhir Hasil Belajar Siswa (Nilai Kelas).

 

Siklus Nilai Tugas Nilai Tes Nilai Akhir
I 64,75 62,35 64,20
II 74,67 73,79 75,28

 

Gambar 1 Grafik nilai rata-rata akhir siswa

 

Nilai ketuntasan siswa tiap siklus dapat dilihat pada grafik dibawah ini.

Grafik 2 ketuntasan belajar siswa

 Baca Juga Contoh Artikel Best Practice BAB II

BAB IV

PENUTUP

 

  1. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran pendekatan kontekstual dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Nilai rata-rata akhir hasil belajar siswa pada siklus I yaitu sebesar 64,20 , sedangkan pada siklus II nilai rata-rata akhir yaitu sebesar 75,28 hal ini berarti mengalami peningkatan nilai rata-rata akhir siswa yaitu sebesar 17,26% dari siklus I

 

  1. Saran

Saran-saran yang perlu penulis sebagai guru kelas ajukan sehubungan dengan manfaat hasil penelitian yang diharapkan, yaitu

  1. Dalam menerapkan model pembelajaran melalui pendekatan CTL setiap siswa sebaiknya memiliki kesiapan untuk menerima pelajaran agar konsep yang akan diajarkan dapat dipelajari dengan lancar oleh siswa.
  2. Disarankan kepada guru agar dapat berupaya secara mendiri untuk selalu meningkatkan kinerjanya sebagai guru profesional dengan melakukan penelitian tindakan kelas dan dapat menerapkan metode-metode yang efektif untuk memperlancar proses pembelajaran sehingga nilai hasil belajar siswa dapat memuaskan.
  3. Disarankan kepada kepala sekolah agar melakukan pemantapan kegiatan guru untuk melihat kemungkinan kesulitan di kelas, dan mendiskusikannya sehingga dapat ditangani secara bersama serta diharapkan kepada para kepala sekolah agar mengajak dan menganjurkan para kolega guru di sekolahnya masing-masing untuk melakukan penelitian tindakan kelas.

Baca Juga Contoh Artikel Best Practice BAB I

Bagikan dengan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *